Puisi (Cahaya Bulan) – Gie (Reader : Nicholas Saputra)

akhirnya semua akan tiba pada suatu hari yg biasa
pada suatu ketika yg telah lama kita ketahui
apakah kau masih sambut dahulu memintaku minum susu
sambil membenarkan letak leher kemejaku

kabut tipis pun turun pelan-pelan di lembah kasih
lembah bandalawangi
kau dan aku tegak berdiri melihat hutan” yg menjadi suram
meresapi belaian angin yg menjadi dingin

apakah kau masih membelaiku semesra dahulu
ketika kudepak, kau dekaplah lebih mesra
lebih dekat

apakau kau masih akan berkata
kudengar dekap jantungmu
kita begitu berbeda dalam semua
kecuali dalam cinta

cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah aku tahu dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati

*courtesy of LirikLaguIndonesia.net

mengingatkan sesuatu,

sebuah perjalanan merubah pandangan hidup setiap pribadi yang mengunjunginya.

karena setiap langkah begitu berarti.

Semeru, memberikan arti hidup, kepada kami, aku dan mereka.

Suatu saat nanti kami akan kembali, ranu pane, ranu kumbolo, kalimati, arcapada dan

kawah jonggring saloko.

2 jenis laki – laki

(hujan)
....menangis,

” kenapa? “

” dia nggak mau bertanggung jawab. “

” sudah kukira dari perawakan dan mukanya.”

” aku bisa kuat sendiri!!! kamu harus bersyukur, memiliki pacar seperti yang kamu miliki sekarang! “

” hah? yang selalu mengekor? dan malu kalo mengakui kalo dia nggak nafsu sama perempuan? “

” lho? dia? “

” aku hanya perisai dia di depan keluarganya.”

” ya sudahlah dari dulu aku bilang, laki-laki di dunia ini cuman ada 2 macam. kalo nggak banci……”

” berarti dia brengsek!! “

.....diam

Mau jadi apa laki-laki kalo nggak bisa

” menjaga ” mulutnya?

Ini yang mereka sebut ” cinta “,

*menghisap rokok dengan pelan.

” iya kasian dia, badannya penuh lebam. biru. aku nggak tega dek, tapi kalo terlalu care, dia mantanku. gimana coba? “

” jaga jarak. itu istri orang, bisa apa kamu? masalah rumah tangga itu.”

*diam…..

More

Its being single, wajar kan?

Berusia menikah, yang kata orang usia itu datang di umur 25 ke atas, namun ternyata  di umur ini masih being single. Publik disekitar kita pastinya akan memandang miring ke diri, kenapa di umur ini kita masih asyik dengan diri kita sendiri tanpa adanya sebuah ikatan resmi yang mengikat diri kita dengan seseorang. Bukan suatu hal yang salah sebenarnya untuk being single, namun karena keadaan kita yang berbeda dari sistem, malah seperti membuat kita salah. Tapi dengan majunya Indonesia sekarang, being single ato melajang di umur yang lebih dari 25 tahun itu sebuah hal wajar atau mungkin sebuah aib?

More

which one? ditinggal mati ato ditinggal nikah?

Kehilangan seseorang yang sangat kita sayangi, mungkin bisa jadi sebuah proses panjang yang sulit dan berat dalam hidup. banyak cerita dan peristiwa yang bisa menyebabkan sebuah hubungan retak, entah itu dikhianati, kehilangan chemistry, yang paling parah karena pasangan kita meninggal, atau yang juga menyakitkan saat kita harus menyadari kenyataan bahwa pasangan kita harus menikah dengan orang lain. meninggal atau ditinggal menikah, 2 peristiwa yang sangat menyakitkan untuk berakhirnya hubungan. tapi jika boleh memilih, kamu akan memilih yang mana? Ditinggalkan pasangan menikah atau dia meninggal?

> Pernikahan
Pernikahan memang sebuah tingkatan hubungan yang diidamkan oleh setiap pasangan. dengan status pernikahan itu, kita bisa hidup bersama dengan pasangan dan menunjukkan rasa cinta di depan publik tanpa harus takut tentang kelegalan status di masyarakat ataupun agama. tapi bagaimana jika pernikahan yang diidamkan itu tidak dapat terwujud?, karena memang hubungan itu sendiri menemui jalan buntu. seperti tidak disetujui oleh keluarga, beda agama, atau mungkin ternyata sebuah chemistry yang menghilang karena hubungan yang terlalu jenuh. jadi mau berbuat apa lagi, rasa sayang yang ada harus dikubur atau dimatikan mungkin, karena jika tidak, perasaan itu bisa menjadi sebuah boomerang bagi diri kita sendiri.

> Terjebak dalam situasi
Saat perasaan yang dalam itu masih tersimpan, namun hubungan itu ternyata sudah tidak menemui titik temu, nyatanya kita harus merelakan hubungan tersebut berakhir. dan bukan tidak mungkin, suatu hari kamu menemui kenyataan bahwa mantan pasangan kita itu menikah dengan orang lain, padahal kamu masih menyimpan perasaan itu. merasa bahwa seharusnya yang duduk di pelaminan itu adalah kamu, namun ternyata orang lain. bahkan orang lain yang duduk mendampingi mantan pasangan anda itu melenggang ke pernikahan tanpa ada masalah seperti yang kamu hadapi dulu. bagaimanapun perasaan itu hanya bisa dikubur, meskipun kamu tau seberapa besar perasaan mantan pasangan anda dulu. keputusan telah dibuat, dan jalan masuk untuk kamu mendapatkannya lagi sudah menyempit, jadi ada baiknya jika kita menyimpan perasaan tersebut tanpa menunjukkan kepada dunia lagi.

> Kematian
Mengerikan mungkin saat berbicara tentang kematian, membayangkannya saja sudah menakutkan apalagi membicarakannya. tapi kematian adalah bagian dari fase hidup, dan bisa terjadi kepada siapa saja, kapanpun tidak ada yang bisa mengira. mungkin juga orang yang kita sayangi. sedikit seperti sinetron mungkin, namun juga banyak sekali terjadi di dunia nyata, akan sangat menyakitkan dan merasa tidak adil, saat hubungan berjalan baik baik saja, namun ternyata pasangan kita meninggalkan kita ke tempat yang tidak bisa diikuti. sulit menerima kenyataan, apapun penyebabnya pasangan kita diambil oleh sang Kuasa, entah itu karena sakit atau mungkin kejadian yang membuatnya harus menghembuskan nafas terakhirnya

> Merasa “ dia “ masih disamping anda
Tanpa pamit, karena memang kita sendiri nggak tahu apa yang akan terjadi dengan pasangan kita. yang kita tahu, hubungan anda dengan pasangan masih berjalan hingga sampai pada titik dia meninggal dunia. ucapan perpisahan yang tidak terucap, rasanya membuat diri kita merasa dia masih ada, dia masih mencintai kita dan dia masih milik kita. namun, bermain main dengan pikiran sendiri dan kenangan masa lalu juga bisa membuat kita semakin tidak bisa menerima kenyataan bahwa dia, pasangan kita sudah pergi. semakin sulit bukan jalan untuk beranjak dari bayang bayang pasangan kita itu.

> Ikhlas
Beberapa orang mungkin ada yang memilih untuk tetap bisa melihat orang yang disayang bahagia, termasuk melihat mantan pasangan mampu memulai sebuah hubungan yang sakral dengan orang lain. tapi ada juga beberapa orang yang lebih memilih ditinggal meninggal, karena dengan kematian kita tetap mengetahui jika pasangan kita itu masih menyayangi dan bersama kita sampai hembusan napas terakhirnya. perasaan dikhianati, mungkin itu yang lebih menonjol pada saat melihat orang yang sangat kita sayangi menikah dengan orang lain. tapi jangan salah, berperang dan meyakinkan diri sendiri jika pasangan kita sudah meninggal, berlipat lipat lebih sulit.

> Kepercayaan
Sebuah kepercayaan memang seperti kaca, sekalinya pecah tentunya akan sulit disatukan kembali. jika sebuah hati hancur, maka kita pastinya akan waspada dengan orang lain untuk mudah memberikan kepercayaan itu. namun, apapun sebab retaknya hubungan, pasangan meninggal atau dia menikah dengan orang lain, bukan sebuah alasan bagi kita untuk menyimpan hati kita dari dunia. karena sama layaknya sebuah barang, hati semakin kita menyimpannya dan tidak pernah kita gunakan,semakin hati itu cepat rusak.

> Kehilangan seseorang tanpa kita kehendaki, memang seperti jatuh sejatuh jatuhnya. namun ada yang bilang jika semakin dalam dia terjatuh, maka akan semakin cepat dia bangkit. ditinggalkan pasangan menikah atau dia meninggal dunia, merupakan 2 buah kenyataan yang sama sama sulit. pastinya jika peristiwa itu terjadi dalam kehidupan kita, itu berarti kamu adalah orang orang pilihan, yang merasakan bagaimana pahitnya keadaan itu. tidak semua orang bisa mendapat pelajaran semahal itu kan?

Aku hanya butuh teman ngobrol

Mungkin, itu yang sulit aku dapetin sekarang. Saat aku butuh teman, untuk berbicara, dan mendiskusikan sesuatu yang nggak penting maybe, aku menjadi sangat sulit mendapatkannya. Hemh, that was a story, when I can talked to someone, everytime I wanna share, and now, its hard for me to find it. Aku sudah nggak punya lagi tempat hanya mungkin hanya bisa menjadi teman untukku berdiskusi. Sudah lama tempat itu nggak ada, dan saat aku hampir menemukannya lagi, dia sangat sibuk. Dia adalah orang yang sangat sibuk tepatnya.

So, wot am I now? Aku hanya seorang cewek yang mencari seseorang untuk aku ajak berbagi. Dan aku hanya punya laptop di hadapanku. Sepi ya? Saat2 seperti ini, aku harus berbagi dengan diriku sendiri. That’s sucks, really. Tapi mau apa lagi? Beginilah adanya hidup yang aku hadepin sekarang,nothink special, kecuali sebuah kepopuleran yang dianggap impresive bagi beberapa orang.

Mereka, orang2 terbaik yang selalu aku ajak berdiskusi, sudah punya kehidupannya masing2. Aku senang, termasuk saat melihat Toel sudah mulai memiliki kehidupannya sendiri. Seperti yang aku bilang sebelumnya, aku senang melihat mereka tertawa. Mungkin Novan benar, aku terlalu sibuk mengurusi hidup orang lain, sampai carut marutnya hidupku sendiri nggak kerasa. Hemh bego!!!

Sebenarnya aku bingung, bingung dengan apa arti sebuah senyum dan kebahagiaan dalam hidup. Saat aku melihat orang tuaku beradu mulut, adik2 ku yang berebut PS, aku hanya berpikir, ya…. Mereka bahagia, dengan segala ekspresi muka yang mereka tunjukkan saat itu. Aku masih tetep nyangka, kebahagiaan itu adalah sebuah candu. Atau ternyata kebahagiaan itu adalah sebuah proses belaka, manusia hanya mengejar sebuah masa atau fase mungkin dimana dia ingin selalu bahagia dan tersenyum. Padahal, masa ideal itu nggak pernah ada. Manusia terus mencari, mencari dan berusaha nggak pernah berhenti, sampai waktu yang ditentukan oleh Yang kuasa telah habis. Wajar bukan? Mungkin sebuah hal yang nggak pernah disadari, namun memang terjadi. Setiap detik kehidupan manusia seperti dicecer habis2an untuk mencari sebuah kebahagiaan. Kalo ada masa saat sedih, seperti masa itu adalah masa yang paling tidak diharapkan oleh setiap orang. Segala, semua yang berbau bahagia akan mereka cari. Semua jalan menuju kesana akan mereka tempuh. Entah itu kebahagiaan finansial, batin, psikis dan apalah itu yang mereka sebut, pokoknya manusia akan berusaha mendapatkan masa itu kembali dalam hidupnya, dan menjaga selama mungkin masa itu bertahan. Padahal, dibalik semua itu banyak yang patut dipertanyakan, apa sih esensi dari sebuah kebahagiaan? Euforia yang berlebihan? Senyum yang nggak brenti mengembang? Atau mungkin perasaan yang melambung tinggi seperti kita adalah manusia yang paling manusia di dunia ini. Aku ngrasa, aku lebih mudah belajar dalam masa sedih ku. Aku lebih mudah mengingat dalam sebuah kegalauan hatiku, dan aku lebih mudah berkaca dalam diriku saat aku berada dalam masalah. Lalu, kebahagiaan itu apa? Bumbu atau tujuan hidup?

Masih dengan segudang pertanyaan tentang sebuah kebahagiaan dalam otakku. ” to be happily ever after “, seperti apa ya bentuk dari kata2 itu dalam realita? Apa itu hanya sebuah iming2 besar yang diciptakan manusia agar manusia itu bisa terus berusaha? Bego!!! Kebahagiaan itu sebuah zona nyaman yang nggak bakalan ditinggalin dalam hidup manusia. Sampe2 ada temenku yang pernah bilang ” duh seneng banget, rasanya pengen waktunya brenti, trus kita tetep aja kayak gini. “, lucu, menghentikan waktu? It mean kita mati donk, mati dengan bahagia. Hahahahaha

Bukan mengkasiani diriku sendiri atau aku memang seorang yang tidak bahagia saat aku menulis ini, namun, memang hanya, sebuah tempat yang nyaman untuk berbagi itu mulai sulit dicari. Sangat sulit di saat masa kedewasaanku ini. Dan aku hanya mentap sebuah layar yang hanya penuh dengan tulisanku, tanpa sebuah respon. Padahal, aku ingin berbagi. Hehehehe… lucu.

Naif

MUNAFIK
aku benci orang munafik, bayangin aja, mereka memasang muka yang sama untuk mempertahankan sebuah prestise.aku ini nggak tau, apa yang namanya prestise.aku berdiri disini, hanya untuk memandang masa depanku dengan jalanku sendiri.aku sadar, arus yang ada memaksa seseorang untuk bisa mengikutinya, namun bukan berarti menyamaratakan urusan masa depan dan karir dengan idealisme dan cinta. semua itu beda, karir itu hanya jalan menuju masa depan yang kita inginkan, karena itu kita harus selalu mengikuti arus yang mengalir didalam karir itu.i cant stop to think about that weird people. aku tahu mereka orang yang cukup pandai untuk bisa mengerti apa esensi dari sebuah kehidupan. bukanlah hura2 dan melakukan apa yang diminta id kita, namun melakukan apa yang dikatakan lubuk hati kita sebagai manusia.manusia yang alami, yang memandang sebuah proses dan pengorbanan untuk mendapatkan suatu hasil murni dari tangan kita.God, maaf aku masih nggak ngerti, aku masih bingung menerjemahkan rati dari semua ini. but thanx U make me cant stop to think about life.
aku menangis, bukan karena dia, namun keadaan yang begitu tragis, saat aku bertemu kembali dengan keadaan ini. apa untuk sekali lagi aku harus mengulang kelas yang sama?kelas pelajaran DIGANTUNG OLEH ORANG YANG BERARTI BAGI KITA.aaaarrgh, this kind of shit.harus berapa kali aku mengulang pelajaran ini?capek, tubuhku sudah membiru menghadapinya, mataku, mataku yang aku buat untuk menikmati semua keajaiban dari ciptaanmu ini ya Allah, udah memerah, bengkak hanya karena mata kuliah ini. mungkin aku pengeluh, namun aku sebenarnya ingin benar2 menyimpan masa lalu itu, biar dia terkubur di dalam, sampai aku nggak tahu dimana lagi tempat aku menguburnya.
apa sich sayang itu ya Allah, suatu kenyamanan bukan? kenapa aku hanya menemukannya sepintas? apa sepintas itu palsu? kamuflase untuk memenuhi hasrat dari id itu sendiri? aku ingin percaya, kalo sayang yang aku sebut sebagai anugrah dari kamu itu adalah sebuah kenyamanan yang abadi, tapi, apa masalah seperti ini patut aku sebut sebagai proses untuk mendapatkan kenyamanan yang abadi darinya?aku ragu ya Allah. 2 kali aku jatuh, 2 kali aku dibodohi dengan sebuah kepercayaan yang tulus aku berikan. dan yang terakhir, saat kepercayaanku hanya tinggal puing2 halus, hancur lagi. sekarang aku punya apa untuk percaya lagi? aku cuma bergidik melihatnya, aku hanya ngeri dengan sebuah kepercayaan yang disodorkan kepadaku.
pantas g orang munafik ato mungkin naif itu menyodorkan atau ditawari sebuah kepercayaan?mereka terlalu rendah dan telalu hina untuk mendapatkan itu. aku sadar, aku bukan manusia sempurna yang bisa berceloteh banyak seperti ini. tapi aku merasakan kenaifan dari seorang hambamu yang mengecewakanku, aku merasakan bagaimana dimunafiki oleh seseorang yang bukan umatmu. sakit ya Allah.sakit…

Next Newer Entries

The Author

Calendar

August 2017
S M T W T F S
« Jan    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  
exotichorizons

the sky is the limit.

Gandung Adi Wibowo

Librarian Expert - Digital Storyteller - Lifelong Learner

opicfotografia

The greatest WordPress.com site in all the land!

mbakcyin

Just another WordPress.com site

dimasirvan

Just another WordPress.com site

Blog Bukik

Meretas Ide Beda

Sheezca's Blog

Anything around my life

SaRaH Tidak Sendiri

karena sendiri itu nyesek! (yuhuuu)

dwimon

Secangkir kopi dan imajinasi

The WordPress.com Blog

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Frinalusycasca's Blog

Its all about self, feminis, music, book and adventure